Monday, April 19, 2010

GuNunG iTu!

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani

Assalamu'​alaikum manit taba'il huda.

ku melihat gunung ku melihat awan




Saudaraku sekalian, kebelakangan ini saya perhatikan semakin ramai orang-orang muda yang ghairah membaca dan menggunakan tafsir Al Quran secara terus dalam berhujah lalu menetapkan sendiri sesuatu hukum dengan sewenang-​wenangnya atas nama Allah tanpa merujuk dan menghormati ulama'-ulama' terdahulu yang umum yakini dan iktiraf kesempurnaan faham dan keilmuan mereka didalam menghujahkan setiap hukum sebagaimana yang sepatutnya difahami dari Nabi Muhammad SAAS.


Melihat Mendengar Menbaca Mentafsir Mentadabbur


Ini adalah satu budaya yang merbahaya dan tidak wajar diteruskan.

urghh...



Perhatikanlah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam Al Quran:-


وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّـهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ

Terjemahannya: Dan engkau melihat gunung-ganang, engkau menyangkanya tetap membeku, padahal ia bergerak cepat seperti bergeraknya awan; (demikianlah) perbuatan Allah yang telah membuat tiap - tiap sesuatu dengan serapi-rapi dan sebaik-​baiknya;​ sesungguhnya Ia Amat mendalam PengetahuanNya akan apa yang kamu lakukan.
[Surah Al Naml : 88]

Jelas di sini bahawa jika kita lihat dengan mata kita banjaran gunung, kita akan melihatnya sebagai satu makhluk statik yang tegap kukuh berdiri di tempatnya. Namun telah kita ketahui dengan pelajaran di sekolah hasil kajian mendalam para ilmuan, membuktikan bahawa gunung dan banjaran mengalami pergerakan seperti terjadinya proses gunung lipat.

Begitulah juga adakalanya kita melihat suatu dalil di dalam Al Quran yang memang kita semua Muslimin dan Muslimats yakini keteguhan kebenarannya. Namun tanpa kajian ilmu yang cukup mendalam dengan semua dalil lain yang berkait dengannya sama ada dari ayat² lain di dalam Al Quran atau Hadith² Sunnah Rasulullah saas, kita tidak boleh secara mudah mengeluarkan ijtihad sendiri atau fatwa berkenaan sesuatu hukum yang hanya layak dikeluarkan oleh mereka yang benar-benar ahli dan berdikasi hidupnya dalam mengaji maslahatnya.

Akibatnya kita boleh tersilap sangka seperti pastinya kita menyangkakan gunung itu statik di tempatnya tanpa penerangan ilmuan yang benar-benar pakar di bidangnya.



bukan Mountain Dew Tapi Mountain(Gunung)


Semoga nasihat ini dapat meningkatkan taqwa kita dalam usaha meninggikan kalimah Allah Subhanahu wa Ta'ala di atas muka bumi.

Assalamu'​alaikum manit taba'il huda.

Wallahu a'lam... =)

No comments:

Post a Comment

Anda Mungkin Meminat | You May Interest

Related Posts with Thumbnails